"Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas."
- Dian Sastrowardoyo -
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Comments
Popular posts from this blog
Di tengah gempuran AI, kayaknya kita emang harus lebih selektif ya pakainya. Kuakui AI bantu aku banget selama kuliah ini. Karena suka dar der dor tiba2 tugas, buat banyak artikel, jadi dengan dibantu AI emang memperingan kerjaan aku sih. Tapi.. Kayaknya emang harus selektif. Aku jadi manja. Aku jadi malas baca. Aku jadi menggampangkan. Harusnya AI emang bantu kita tapi kita jangan ketergantungan kali. Jangan dikit2 AI. Otak kita mandek. Seharusnya ya manusia harus lebih smart dibanding AI. Jangan percaya mentah2. Jangan copas bulat2. Pelajaran aja buat aku sih. Apalagi aku suka nulis. Banyak banget sekarang orang nulis bermodalkan AI. Tinggal masukin prompt yang kita mau dan tadaaaa..jadilah cerpen. Segampang itu. Makanya aku tetap mau nulis. Aku tetap punya diary digital. Tetap berusaha nulis apapun biar ga gampang percaya AI. Untuk tugas kuliah aku masih mau pakai kok. Tapi ya tetap selektif. Tetap banyak baca. PR banget buat aku yang suka kebut semalam ngerjain tugas abistu copas m...
I feel relieved. And joy. I know I am in love with words since I can write. Back when I am still in elementary school, I used to hide in storeroom a.k.a gudang, write letter to my parents, my sisters or just write anything. And then.. diary is always my bestfriend. I wrote at night, about everything. I also wrote mini story, fiction novel or notes, as long as it has words on it. Now digital era, I still write in books, having digital diary on my phone and blogging. By writing, I have an intimate moment just with my self. And I do feel relieved.
I write this at 01.30 am. Akhir-akhir ini emang tidurnya suka larut, tapi paginya bangun kesiangan. Jam tidur berantakan banget. Mimpi pun gak enak, kepikiran ujian terus. Bangun-bangun suntuk dan disorientasi waktu. Aku gak insomnia sih, ini karena mau ujian aja makanya awut-awutan gini. Sama diri sendiri aja masih berantakan gini, gimana ntar harus ngurus suami dan rumah tangga yak? Biarlah waktu yang menjawab. Kalau nanti udah married pasti gak kesepian kayak gini lagi. Tidur udah ada yang nemenin. Kalau kebangun malam, tinggal ndusel-ndusel yang disebelah. Hahahaha. Yang pasti kalau mati lampu gak kelabakan lagi. Soalnya aku tipe orang yang gak bisa tidur gelap. Mati lampu jam berapapun, senyenyak apapun, pasti akunya kebangun. Dan bawaannya pengen ngamuk. Untungnya dia bersedia nemenin jam berapapun aku telpon kalau mati lampu. Untuk hal-hal sepele gitu aja dia berusaha selalu ada, buat aku merasa beruntung punya dia. Dan alhamdulillah selama 4 tahun 6 bulan jadian, ...
Comments
Post a Comment